Senin, 20 Mei 2013

Tolak Kedatangan Boediono, Aliansi LSM Bakal Gelar Demo


Sumbawa Besar, SE.
Agenda kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Boedono ke Kabupaten Sumbawa 1 Juni mendatang, bakal diwarnai aksi protes kalangan aktivis LSM.
Hamzah,  Ketua LSM Gerakan Masyarakat Sumbawa Peduli Reformasi  (Gempur) kepada wartawan kemarin, menyebutkan, aliansi LSM tidak mendukung kedatangan Wapres ke Sumbawa, karena tidak akan memberikan kontribusi dan juga kedatangannya hanya sekedar roadshow belaka di akhir masa jabatannya .
“ Aliansi LSM akan melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan atas kedatangan Wapres Budiono ke Sumbawa,” ujar Hamzah yang juga selaku koordinator aksi.
Ia sangat berharap kepada mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut untuk mengurungkan niatnya berkujung ke Sumbawa, sebab kata Hamzah selain akan merepotkan ibu- ibu PKK menyiapkan hidangan dari urusan masak-memasak  hingga ke urusan kesibukan cuci piring usai pertemuannya nanti.
Yang tak kalah pentingnya Hamzah menyarankan agar Wapres diakhir masa jabatannya ini lebih baik memanfaatkan sisa waktunya untuk berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) terkait proses penanganan serta penyelesaian kasus skandal bail out century yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar bagi seluruh rakyat seantero penjuru Negeri.
“Kedatangan Boediono nanti pada akhirnya hanya merepotkan Ibu-ibu PKK saja. Kami menyarankan sebaiknya Wapres intens mendesak KPK untuk segara menuntaskan penanganan serta penyelesaian kasus skandal bail out bank century, karena kasus itu sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat seantero negeri ini,” harapnya.
Bukan hanya itu, Hamzah yangg didampingi Ketua LSM Kamita, Khairil Anwar yang kerap di sapa Uban juga menilai, tidak berlebihan kalau kunjungan Wapres ke Sumbawa ini dikait - kaitkan  memiliki korelasi dengan situasi pasca PT.Newmot Nusa Tenggara (PT NNT) menghentikan seluruh aktivitas kegiatan eksplorasi di blok Elang dodo Kecamatan Ropang. Indikasinya, ungkap Hamzah, Negara harus memberikan jaminan maksimal terhadap keamanan invesatasi dan wajar bila masyarakat mengait-ngaitkan hal itu. Sebab sampai saat ini pihak manajemen PT NNT juga belum memberikan pernyataan resmi, apakah penghentian aktivitas tersebut dihentikan dengan cara mendadak atau kerena hal-hal yang  mempengaruhi arus kas perusahaan PT. NNT, cash flow misalnya.
“ Di duga kunjungan Wapres ini ada korelasinya dengan penghentian aktivitas ekpolasi PTNNT  di blok elang dodo, karena bagaimanapun juga pran Negara harus memberikan jaminan keamanan terhadap Investasi, apalagi investasi tambang sekelas PTNNT,”  timpalnya.
Ketua LSM Kamita, Khairil Anwar menduga petinggi perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut berada dibalik kunjungan Wapres ke Sumbawa ini, sebab ada beberapa kemungkinan bisa menjadi penilaian yang bersifat spekulatif dikalangan masyarakat, misalnya apakah pengehentian aktivitas eksplorasi itu akibat pemilihan gubernur NTB, apakah karena pengaruh kondisi keuangan dunia yang lagi resesi dan apakah karena emas,tembaga  harganya lagi anjlok.
”Manajemen PTNNT harus memberikan klarifikasi menyangkut persoalan terhentinya segala aktivitas eksplorasi itu, kami membutuhkan penjelasan dari PTNNT, dan di pihak karyawan juga perlu kepastian, apa program selanjutnya yang bisa dilakukan secara internal hingga tidak terjadi kevakuman aktivitas. Martiono lebih baik mundur  dari kursi jabatan Presiden Direktur ketimbang diam saja. Sekarang zaman transparan buka ke publik apa yang sebenarnya terjadi masyarakat perlu tahu,” pintanya.
Ditanya LSM mana saja yang bergabung dalam aliansi, menurut Uban, nama-nama LSMnya lagi di daftar dan di seleksi.
“Kami sedang inventarisir LSM mana nantinya yang akan bergabung dalam aliansi, sekarang lagi di seleksi,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi PTNNT, Ruby Purnomo, yang dikonfirmasi media membenarkan proyek eksplorasi di blok Elang bakal ditangguhkan sementara.
“Pada Selasa (14/05) lalu perusahaan telah mengumumkan kepada karyawan bahwa kegiatan eksplorasi blok elang akan ditangguhkan. Dalam waktu dekat, perusahaan akan menyampaikan informasi lebih lanjut tentang detail rencana baru proyek eksplorasi blok elang tersebut,” pungkasnya.(Hg)

Zul–Ichsan Raih 49,96 Persen Suara di Kabupaten Sumbawa


Sumbawa Besar, SE.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) DR KH Zulkifli Muhadli, SH, MM – Prof DR Ir H Muhammad Ichsan, MS berhasil mengungguli tiga pasangan lainnya di Kabupaten Sumbawa. Pasangan Zul – Ichsan meraih 49,96 persen dan 230.440 suara sah atau sebanyak 115.127 suara. Demikian hasil rekapitulasi Tim Relawan Zul – Ichsan Kabupaten Sumbawa Minggu (19/5).
Di tempat kedua diraih pasangan incumbent DR TGH Muhammad Zainul Majdi, MA – Muh Amin, SH, Msi dengan perolehan 34,26 persen atau 78.946 suara. Posisi ketiga diraih pasangan Drs Harun Al Rasyid, MSi – Lalu Muhyi Abidin, MA dengan perolehan 10,09 persen atau 23.259 suara. Sedangkan posisi keempat diraih pasangan  Suryadi Jaya Purnama, ST – Johan Rosihan, ST dengan perolehan 5,75 persen atau 13.259 suara.
Menurut tim Relawan Zul – Ichsan, data ini diupdate dari C-1 dan sebagian dari didukung oleh rekapitulasi perolehan suara di tingkat desa dan kecamatan.
Pasangan Zul – Ichsan unggul di 19 dan 24 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa. Sedangkan 5 kecamatan lainnya dimenangkan pasangan TGB – Amin dengan selisih tipis, meliputi Kecamatan Sumbawa, Lunyuk, Labangka, Badas dan Untir Iwis. Kemenangan Zul – Ichsan menonjol di Sumbawa bagian barat, seperti di Kecamatan Alas Barat memperoleh 6.913 suara, sedangkan TGB – Amin 3.077  suara.
Demikian pula di Kecamatan Alas, Zul – Ichsan  meraih 8.316 suara, sedangkan TGB – Amin 6.118 suara. Kondisi yang ironis adalah di Kecamatan Utan, dimana Zul – Ichsan berhasil unggul dominan dengan perolehan 9.030 suara dan TGB – Amin meraih 4.659 suara. Padahal di kecamatan ini terdapat beberapa tokoh ‘besar’ dari partai pengusung pasangan TGB – Amin.
Begitu pula di Kecamatan Buer, pasangan Zul – Ichsan unggul 63,94 persen atau 4.223 dari 6.605 suara sah. Sedangkan posisi kedua diraih pasangan TGB – Amin dengan perolehan 26,95 persen atau 1.780 suara.
Secara umum, pasangan TGB – Amin berhasil unggul di TPS yang didominasi warga sasak. Bahkan di Desa Padasuka Kecamatan Lunyuk pasangan TGB – Amin menang mutlak dengan raihan 1.752 suara dari 6 TPS. Posisi kedua diraih pasangan Harum dengan raihan 187 suara, Zul – Ichsan 158 suara dan SJP 39 suara. Di seluruh kecamatan Lunyuk pasangan TGB – Amin berada di posisi teratas dengan perolehan 4.507 suara. Sementara Zul – Ichsan memperoleh 3.764 suara, Harum 770 suara dan SJP 413 suara.
Demikian pula di Kecamatan Labangka, pasangan TGB – Amin meraih posisi teratas dengan perolehan 1.979 suara. Unggul tipis dibanding pasangan Zul – Ichsan yang meraih 1.835 suara. Sedangkan pasangan Harum 683 suara dan SJP 196 suara.
Sementara itu, KPU Sumbawa telah mengagendakan rekapitulasi perhitungan suara Pilgub NTB tingkat kabupaten di Wisma Daerah Selasa 21 Mei 2013. (DD)

H. Sahaludin,Ketua PTMSI Sumbawa Terpilih


Sumbawa Besar, SE.
H. Sahaluddin terpilih sebagai Ketua PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) Kabupaten Sumbawa dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung Minggu (19/5) 2013 kemarin.
Sahal terpilih dengan mengantongi 4 suara dari 7 suara yang diperebutkan, menyisihkan  A Hamid dengan perolehan tiga suara.
Pengawas pendidikan Sekolah Dasar di Dikans Kabupaten Sumbawa ini mengatakan PTMSI Sumbawa akan bisa sejajar degan cabang olah raga lainnya di daerah ini bila ada kekompakan antara pemilik PTM,  atlet dalam melakukan pembinaan. Tentunya intensitas latihan yang serius adalah modal dasar dari sebuah keberhasilan,”kata Sahal seusai terpilih sebagai ketua umum.
Muskab yang berlangsung singkat dan demokratis ini juga dihadiri pengurus PTMSI NTB yang diwakili Ir Ahmad Yani.
‘’Senafas, sevisi dengan pihak KONI Sumbawa bahwa tanpa adanya kebersamaan, komunikasi yang kuat serta pembinaan yang stagnan, akan sulit bagi atlet meraih prestasi.
Oleh karena itujalinan kerjasama yang baik, harus bisa diciptakan,”sarannya.
Ketua PTMSI Sumbawa demisioner,  Efendi Winarto menjelaskan, PTMSI Sumbawa sesungguhnya berakhir masa kepengurusannya 2010 lalu.
Agar semua cabang olah raga di bawah coordinator KONI Sumbawa harus mampu melaksanakan tugas danteragenda, maka KONI  mengambil alih. Sebab kata Efendi yang juga Sekretaris KONI Sumbawa ini, waktu dua tahun lebih masa kevakuman pengurus PTMSI Sumbawa, bisa memberikan dampak tidak baik dalam sebuah organisasi olah raga.
Termasuk untuk menyusun agenda tahunan.
Bahkan pendanaannyapun akan menjadi kesulitan.
‘’Dan kami dari KONI merasa berkepentingan agar semua cabang olah raga di Kabupaten Sumbawa harus berjalan normal, sehingga pembinaan yang dilakukan tidak terputus,” jelasnya.
Wakil Ketua KONI Sumbawa DR Ikhsan Safitri menegaskan  bebricara masalah prestasi, tentunya yang mejadi konsep  pemikiran adalah bagaimana  upaya yangharus di lakukan oleh setiap orang,  dalam hal ini atlet ataupun pengurus bisa kompak dalam meraih prestasi itu sendiri.
Dan itu tidak bisa dicapai begitu saja tanpa adanya usaha yang sungguh-sungguh, misalnya pola latihan yang intens dan serius.
‘’Inilah alasan kuat dalam  mengapa KONI Sumbawa selalu berprinsip pada penekanan kedisiplinan dan kebersamaan. Tanpa itu  prestasi akan sulit terukur,”katanya. (YK)